
Baperlitbang Pohuwato, terus kawal Updating Renja dan RKA 2020
18/10/2019Pejabat Pengelola Informasi Dan Dokumentasi
31/10/2019
Persoalan Stunting adalah masalah bersama , sehingga butuh kerjasama , kebersamaannya baik dari organisasi perangkat daerah terkait , masyarakat dan semua pihak sebagaimana nafas dari Program Inovasi Pemerintah Kabupaten Pohuwato yakni sebuah gerakan Gerakan Kolaborasi Mengentaskan dan Mencegah Anak Stunting (GERBOS EMAS)
GERBOS EMAS adalah inovasi gerakan yang dirancang untuk menggerakkan semua pihak untuk berkonstribusi dalam upaya penurunan dan pencegahan stunting mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat, pemerintah, swasta, Perguruan Tinggi dan pihak lain yang memiliki komitmen dan tujuan yang sama.
Untuk lebih mengoptimalkan Gerakan Inovasi ini, Pemerintah Kabupaten Pohuwato bersama Pemerintah Jepang melalui Lembaga Japan International Cooperation Agency ( JICA ) melaksanakan Pelatihan bagi Kelompok Kerja GERBOS EMAS yang rencananya dilaksanakan hari ini ( 21/10/2019 ) sampai dengan tanggal 25 Oktober 2019 nanti bertempat di Aula Baperlitbang dan Hotel Golden Sri ,Marisa Kabupaten Pohuwato.
Wakil Bupati Amin Haras yang didampingi Tim Ahli JICA Mr. Shintani Naoyuki dan Kepala Baperlitbang Irfan Saleh dalam sambutan pembukaan Pelatihan ini memaparkan secara umum kondisi stunting dimana angka prevalensi stunting mengalami penurunan dari 32 persen tahun 2017 menjadi 23,62 persen tahun 2018 se Gorontalo. Sementara tahun 2019, Pemerintah Pusat telah menetapkan Pohuwato sebagai lokus penanganan stunting dengan jumlah 10 Desa ditambah 16 Desa tahun 2020 dengan prevalensi tertinggi stunting di Pohuwato.
Dari sisi penilaian prestasi kinerja dan besarnya penurunan prevalensi stunting, capaian ini cukup membanggakan dari 32 persen ke 23,62 persen pada kondisi terakhir. Namun bukan berarti kita harus puas dengan angka ini. Untuk itu Pemerintah Pusat Tahun 2019 menetapkan pohuwato sebagai lokus penangaan stunting dengan jumlah 10 Desa dan 16 Desa pada tahun 2020
Sambut Wakil Bupati Amin Haras
Tim Ahli JICA , Mr. Shintani Naoyuki JICA , dalam kesempatan yang sama juga menambahkan bahwa sangat mengapresiasi Gerakan Kolaborasi dalam konsep pelatihan ini. Tentunya juga isu Stunting yang tidak hanya berada di Indonesia atau di Pohuwato , tapi terjadi juga di Jepang dengan kondisi dan latar berbeda.
Ada kata kunci yang sangat menarik bagi kami, yakni konsep Kolaborasi. Dan nilai Kolaborasi ini yang ingin kita dorong selain pengentasan stunting. Mungkin selama ini kita telah melakukan banyak hal kearah pengentasan dan dirasa belumlah optimal. Bagaimana Memahami kondisi perilaku masyarakat dalam rumahtangga , kelompok/komunitas , fasilitasi masyarakat , menggali kondisi faktual hinga meningkatkan penyadaran masyarakat. Ini yang akan kita pelajari selama pelatihan nanti
Papar Mr.Shintani Naoyuki
Pada pelatihan yang diawali dengan Laporan Kegiatan oleh Kabid Ekonomi,Sosial dan Budaya Husain Ingo,S.Fill.i ini, menghadirkan Narasumber dari Pemerintah Kabupaten Pohuwato dan Commit Foundation dengan jumlah peserta sejumlah 50 peserta terdiri dari Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPD ) , unsur Kecamatan , Tenaga Ahli Desa , Unsur PKK dan Organisasi Perangkat Daerah / OPD terkait






