
Penguatan Koperasi di Kecamatan Popayato di sektor Perikanan dan Pemberdayaan Perempuan.
02/08/2020
Jelang akhir RPJMD Pohuwato, Baperlitbang gelar rapat internal
24/09/2020Situasi pandemi C-19 yang belumlah selesai sangatlah berdampak besar dalam segala sisi. Sebut saja pertumbuhan ekonomi, penmgangguran dan kemiskinan yang sangatlah erat pengaruhnya akibat kondisi ini. Untuk itu Pemerintah Republik Indonesia telah menyiapkan sejumlah langkah startegis dalam Program Pemuliahn Ekonomi NMasional untuk menormalkan kondisi sosial ekonomi pasca Covid-19.
Salah satu fokus dalam Program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) yang ditekankan oleh Presiden yakni pada sektor padat karya. Sektor padat karya menjadi fokus utama karena menampung banyak tenaga kerja. Guncangan pada sektor ini akan berdampak pada para pekerja dan tentu saja ekonomi keluarganya,” Ungkap Presiden Jokowi sebagaimana dikutip disalahsatu media.
Kabupaten Pohuwato adalah salahsatu dari 3 kabupaten di Provinsi Gorontalo melalui BP-DASHL Bone Bolango yang beroleh kesempatan mendapatkan Program Padat Karya melalui Rehabilitasi Mangrove tahun 2020 dengan kegiatan awal yakni Ground Check dan Pengukuran Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (RHL) Manggrove yang dimulai tanggal 26 Agustus hingga 4 September 2020 di sejumlah titik di Kabupaten Pohuwato yang sebelumnya telah dilakukan persiapan atau koordinasi.
Kegiatan ini adalah salahsatu bentuk program Pemulihah ekonomi Nasional sebagaimana arahan presiden yang kemudian ditindaklanjuti dengan Koordinasi / audiens Tim BP-DASHL Bone Bolango bersama Pemerintah Kabupaten Pohuwato pada tanggal 18 Agustus 2020
ungkap Kaban Baperlitbang melalui Kasubid Infrastruktur, Ade Priyatna yang juga masuk sebagai salahsatu tim survey.
Terkait program ini sebagaimana dilansir media gpost , dihadapan Bupati Pohuwato, kepala BP-DASHL Bonebolango M. Tahir P, SP, M.Si sebelumnya telah memaparkan program yang akan berlangsung hingga bulan September 2020 ini adalah bahwa program padat karya menjadi salah satu bentuk perhatian Pemerintah terhadap masyarakat terdampak Covid-19 di Daerah untuk bisa bangkit dari keterpurukan ditengah masa pandemi saat ini. Dan pelaksanaannya nanti kita sudah memetakan ada beberapa Kecamatan di Pohuwato yang masuk dalam list untuk padat karya ini.

Sementara itu, Ade Priyatna berdasarkan lansiran survey menyampaikan bahwa total luasan calon lokasi RHL mangrove pada kegiatan ini yaitu seluas 959,84 hektar. Masing-masing Kecamatan Marisa seluas 178.6 Ha, Wanggarasi 120.24 Ha, Lemito 161,18 Ha, Popayato 64,5 Ha, Popayato Barat 119,43 Ha, Popayato Timur 25,56 Ha, Buntulia 105,19 Ha dan Patilanggio 185,14 Ha.
calon lokasi yang kami lakukan pengukuran nanti seluas 959,84 hektar yang tersebar mulai dari Paguat sampai Popayato Barat. dan dibagi dalam 2 tim yang terdiri dari BPDSHL , Dinas Kelautan Provinsi Gorontalo , Baperlitbang Pohuwato, Dinas Lingkungan hidup, Dinas Perikanan , KPH I,II dan III Kabupaten Pohuwato.
Tambah Ade dalam laporannya
posted by : Tony Rajamuda






